Breaking News
Loading...

New Design

Gallery

Post By Leable List

Recent Post

Thursday, July 9, 2020
no image

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat? oleh - klinik24jam.live

Halo sahabat selamat datang di website klinik24jam.live, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat? oleh - klinik24jam.live, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Membawa air minum dalam botol plastik ke mana-mana memang jadi pilihan yang praktis dan sehat. Di hari yang panas terik, sebotol air minum bisa jadi penyelamat dahaga. Namun, banyak yang bilang minum air dari botol plastik yang sudah hangat itu bahaya bagi kesehatan. Entah botolnya jadi hangat karena disimpan di mobil cukup lama atau akibat paparan sinar matahari langsung.

Benarkah minum air dari botol plastik hangat berisiko? Atau hanya mitos untuk menakut-nakuti orang? Cek jawabannya di sini!

Mengapa minum air dari botol plastik hangat berisiko?

Botol minum plastik dibuat dari campuran berbagai macam bahan kimia. Jika tidak dikonsumsi langsung, bahan-bahan kimia tersebut tidak membahayakan kesehatan. Akan tetapi, jika dihangatkan atau dipanaskan, besar kemungkinan bahan kimia yang membentuk plastik ikut luruh ke dalam air minum Anda. Air minum yang sudah terkontaminasi zat kimia ini bisa membahayakan kesehatan Anda dalam jumlah besar.

Anda mungkin sering meninggalkan botol minum plastik di dalam mobil selama berjam-jam. Hal ini tentu berisiko karena saat cuaca di luar cerah, suhu di dalam mobil Anda bisa mencapai lebih dari 37 derajat Celsius. Apalagi kalau matahari sedang bersinar terik dan mobil Anda tidak diparkir di tempat yang teduh. Botol plastik hangat yang ditinggal dalam mobil bisa meracuni air minum Anda.

Menurut penelitian para ahli dari University of Florida di Amerika Serikat, kebanyakan botol plastik yang dijual di pasaran ternyata tidak tahan panas. Setelah melakukan eksperimen dengan memanaskan air minum kemasan dari berbagai merek, diketahui bahwa kandungan antimon dan bisphenol A (juga dikenal dengan singkatan BPA) bisa lepas dari plastik dan tercampur dalam air minum.

Bahaya minum air dari botol plastik hangat

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), antimon adalah zat kimia yang berpotensi sebagai karsinogen. Karsinogen sendiri yaitu senyawa, zat, atau elemen yang bisa menyebabkan kanker dalam sel tubuh manusia. Namun, antimon baru akan berdampak negatif pada tubuh Anda jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Sementara itu, antimon yang luruh dalam minuman Anda kadarnya tak seberapa.

Sedangkan BPA sendiri sudah lama menimbulkan banyak kontroversi di kalangan ilmuwan. Pasalnya, belum ada kesimpulan yang valid soal bahaya BPA bagi tubuh. Sejauh ini bahaya BPA baru bisa dipastikan pada subjek eksperimen yaitu tikus. Memang diketahui bahwa paparan BPA bisa menyebabkan tumbuhnya sel tumor. Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengukuhkan bahaya BPA bagi kesehatan manusia.

Sejauh ini setiap produk minuman kemasan yang dijual di pasaran dipantau oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Selain itu, dalam produksinya juga harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Selama minuman Anda telah lolos uji Badan POM dan SNI, kandungan antimon serta BPA-nya masih tergolong aman bagi kesehatan.   

Sesekali masih boleh, tapi jangan dibiasakan

Menurut Lena Ma, seorang profesor yang mengepalai penelitian dari University of Florida tersebut, sebenarnya sesekali minum dari botol plastik hangat masih diperbolehkan. Namun, kalau Anda sering menyimpan botol plastik di mobil atau di tempat yang kena paparan sinar matahari langsung, Anda berisiko terkontaminasi antimon dan BPA dalam dosis tinggi.

Jadi, sebelum membeli air minum kemasan pastikan sudah ada label resmi dari Badan POM dan SNI. Lalu simpan air minum kemasan Anda di tempat yang sejuk dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Dengan begitu, Anda terhindar dari risiko kanker atau penyakit lainnya.

Itulah tadi informasi mengenai Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat? oleh - klinik24jam.live dan sekianlah artikel dari kami klinik24jam.live, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 5, 2020
no image

Tips Awet Bersama Pasangan dengan Borderline Personality Disorder oleh - klinik24jam.live

Halo sahabat selamat datang di website klinik24jam.live, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tips Awet Bersama Pasangan dengan Borderline Personality Disorder oleh - klinik24jam.live, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Bukan berita baru jika orang dengan borderline personality disorder (BPD) atau gangguan kepribadian ambang sulit mempertahankan hubungannya. Bagaimana tidak, ada serangkaian tantangan yang perlu dilewati ketika memiliki pasangan dengan borderline personality disorder.

Lantas, apa saja tantangan tersebut dan apa yang perlu dilakukan demi mempertahankan hubungan dengan BPD? 

Tantangan pasangan dengan borderline personality disorder

Borderline personality disorder (BPD) adalah kondisi yang memengaruhi cara seseorang mengelola emosi dan reaksi.

Mereka yang mengalami BPD biasanya tidak stabil secara emosional dan mungkin mempunyai episode kemarahan, rasa gelisah, dan depresi. Episode ini dapat berlangsung beberapa jam hingga mereka stabil.

Kondisi emosional yang tidak stabil menyebabkan penderita BPD jarang memiliki hubungan yang awet. Mereka dapat menciptakan masalah dalam hubungan. Namun, perlu diingat bahwa orang dengan BPD sering kali adalah seseorang yang baik dan peduli dengan pasangannya. 

Maka itu, banyak orang yang mungkin tertarik dengan mereka yang memiliki gangguan kepribadian ambang. Mereka ingin melihat bagaimana emosi dan hasrat yang kuat digunakan dalam kisah asmara hingga menghasilkan hubungna yang menyenangkan dan penuh gairah. 

Berikut ini beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh pasangan yang menjalani hubungan dengan penderita borderline personality dilansir dari Borderline in The Act. 

1. Merasa terabaikan

Salah satu alasan mengapa banyak orang yang tidak tahan dengan pasangan yang memiliki borderline personality disorder adalah sering merasa terabaikan. 

Begini, orang dengan BPD biasanya takut kesepian. Namun, perasaan tersebut dapat berubah menjadi terlalu sayang atau takut menjalani hubungan yang intim. Akibatnya, tidak jarang mungkin Anda akan merasa diabaikan atau pasangan terlalu posesif dan clingy di waktu tertentu. 

Rasa takut yang dihasilkan dari gejala BPD ini membuat mereka terus mengawasi tanda-tanda kapan pasangannya akan meninggalkan mereka. Perasaan was-was tersebut tidak jarang membuat penderita BPD salah paham dan membuat mereka bereaksi berlebihan karena takut ditinggalkan. 

2. Siklus hubungan yang tak menentu

Mengatur ekspektasi dalam hubungan

Selain merasa terabaikan, pasangan dengan borderline personality disorder biasanya memiliki siklus hubungan yang tak menentu. Artinya, di awal hubungan penderita BPD akan mengorbankan apa pun demi pasangannya agar hubungan berjalan lancar. Bahkan, mereka juga menganggap hubungan ini sempurna. 

Di masa-masa seperti ini tentu terlihat romantis di mata pasangan mana pun. Namun, tidak selamanya hubungan selalu manis. Pada saat penderita BPD menyadari bahwa pasangan dan hubungannya tidak sempurna, mereka cenderung melihat segala sesuatunya sebagai hal buruk. 

Hal ini tentu membuat orang yang menjalani hubungan dengan penderita BPD menjadi bingung. Terlebih lagi, mereka juga kesulitan untuk mengenali fakta bahwa orang tentu akan melakukan kesalahan dan tidak ada yang sempurna. 

Proses yang disebut sebagai devaluasi ini menyebabkan orang dengan BPD marah hingga akhirnya memutuskan hubungan. Kondisi ini yang membuat menjalani hubungan dengan BPD akan terasa sulit dan tidak stabil. 

Menghadapi pasangan dengan borderline personality disorder

kekerasan emosional

Jika Anda atau pasangan mempunyai borderline personality disorder, selalu ada cara untuk mengatasi naik turunnya emosi yang disebabkan oleh BPD. Dengan begitu, Anda dan pasangan dapat menciptakan hubungan yang lebih kuat dan awet. 

1. Tidak terlalu menekan pasangan

Umumnya, orang yang memiliki BPD lebih dapat menata emosinya jika berada di lingkungan yang santai dan tenang. Semua anggota keluarga yang terlibat, termasuk anak Anda, perlu mengetahui bahwa tidak perlu membahas masalah penting ketika pasangan berepisode. 

Apabila pasangan dengan borderline personality disorder sedang emosi, jangan memusatkan seluruh perhatian ke pasangan. Alih-alih memperlakukannya demikian, cobalah untuk tidak terlalu menekan pasangan. 

Pasangan dengan BPD perlu memiliki kesempatan untuk berbicara tentang apa yang ia sukai dan hal-hal biasa lainnya, seperti berita dan acara keluarga. Jangan lupa meluangkan waktu bersama pasangan, seperti kencan atau makan malam.

Semakin sedikit pasangan merasakan gangguan yang ia alami, semakin banyak kesempatan yang ia miliki untuk mengeksplor dirinya sendiri.

7 Aktivitas Romantis Bersama Pasangan yang Menyehatkan Tubuh

2. Mencoba ‘mendengarkan’ emosi pasangan

mendengarkan dan memahami pasangan

Pada saat pasangan dengan borderline personality disorder sedang mengalami fase emosinya, mereka mungkin akan menghina atau menuduh Anda. Jika hal ini terjadi tentu respons alami adalah melindungi diri sendiri dan ikut emosi. Namun, ini tidak berlaku ketika menghadapi orang dengan gangguan kepribadian ambang. 

Anda perlu mengingatkan diri sendiri bahwa pasangan sedang berjuang menempatkan dirinya dalam pandangan yang berbeda dengan orang lain. Pasangan mungkin melihat masalah kecil sebagai bencana besar, sehingga ketika Anda membela diri sendiri justru pasangan tidak merasa dihargai. 

Usahakan untuk meluangkan waktu demi mendengarkan mereka tanpa menunjukkan kelemahan dari argumennya. Intinya, Anda harus bersabar dan mencoba untuk tidak mudah tersinggung. 

Apabila konflik menyebabkan pasangan dengan BPD mengancam Anda, mungkin sebaiknya Anda melanjutkan percakapan ketika mereka sudah tenang. 

3. Membiarkan pasangan mengeluarkan perasaannya

menyukai bau badan pasangan

Konflik dengan pasangan yang memiliki borderline personality disorder terkadang membuat mereka berani mengancam untuk melukai diri sendiri. Sayangnya, tanda-tanda melukai diri ini terkadang kurang terlihat, seperti menggaruk kulit, makan lebih sedikit atau menjauh dari Anda. 

Perilaku tersebut menggambarkan bahwa pasangan tidak mampu mengekspresikan emosi dalam bentuk kata-kata. Maka itu, Anda perlu mengenali tanda tersebut dari awal demi membantu pasangan mencegah krisis emosional menjadi lebih serius. 

Anda bisa mulai dengan mengajak pasangan untuk mengutarakan apa yang mereka rasakan. Selain itu, Anda juga dapat membiarkan mereka mengukur diri sendiri, apakah pasangan perlu berkonsultasi dengan terapis atau psikiater. 

Perlu diingat bahwa semua ancaman melukai hingga bunuh diri tersebut harus ditanggapi serius. Bahkan ketika perilakunya terlihat mencari perhatian, hal tersebut tetap berisiko menimbulkan bahaya yang serius. 

Walaupun demikian, Anda tidak perlu selalu menelepon bantuan setiap kali pasangan mengancam untuk melukai diri mereka sendiri.

Cara Menolong Orang yang Sengaja Menyakiti Diri Sendiri

4. Meluangkan waktu untuk diri sendiri

tanda butuh me time

Satu hal yang perlu diingat bahwa Anda pun butuh waktu untuk diri sendiri, terutama ketika menghadapi pasangan dengan borderline personality disorder. 

Hal ini dikarenakan pada situasi tertentu pasangan BPD mungkin tidak dapat memberikan empati dan sadar dalam sebuah hubungan. Padahal, Anda membutuhkan dukungan dalam menjalani hubungan ini. 

Oleh karena itu, Anda perlu meluangkan waktu untuk diri sendiri. Mulai dari menghabiskan waktu bersama teman hingga melakukan kegiatan yang Anda sukai. Apabila Anda perlu seseorang untuk berbicara tentang penyakit mental, dokter, psikolog, atau kelompok tertentu bisa menjadi pilihan yang bagus. 

Jangan lupa libatkan anggota keluarga lainnya ketika mendukung seseorang yang memiliki gangguan kepribadian ambang. Semakin banyak orang yang dapat memberikan strategi dalam menghadapi penderita BPD, semakin jarang emosi pasangan akan meluap.

Itulah tadi informasi mengenai Tips Awet Bersama Pasangan dengan Borderline Personality Disorder oleh - klinik24jam.live dan sekianlah artikel dari kami klinik24jam.live, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tuesday, June 30, 2020
no image

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan oleh - klinik24jam.live

Halo sahabat selamat datang di website klinik24jam.live, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan oleh - klinik24jam.live, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Untuk orangtua dengan anak yang mememiliki penyakit jantung bawaan, menjaga kesehatan si kecil perlu lebih cermat.  Anda harus senantiasa berkonsultasi dengan dokter dan menjalankan pola hidup sehat. Simak panduan menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan berikut ini.

Tips menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Anak dengan penyakit jantung bawaan memiliki kelainan pada fungsi maupun struktur jantungnya. Padahal, jantung dibutuhkan untuk memompa darah kaya oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Kondisi ini membuat si kecil mengalami gejala kelelahan, napas pendek, pembengkakan pada tubuh, hingga pingsan. Tanpa perawatan yang tepat, kelainan jantung bisa berakhir dengan komplikasi yang membahayakan jiwa.

Oleh karena itu, butuh perhatian ekstra dari orangtua maupun pengaruh agar is selalu sehat dan kualitas hidupnya jadi lebih baik.

Nah, perlu Anda pahami bahwa merawat anak dengan penyakit jantung bawaan ini tidak sama dengan anak normal yang sehat. Anda perlu melakukan konsultasi  lebih lanjut mengenai hal ini dengan dokter spesialis jantung, ahli gizi, sekaligus psikolog yang menangani kondisi anak.

Selain itu, Anda juga bisa menerapkan beberapa tips berikut ini untuk menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan.

1. Ikuti pengobatan yang disarankan dokter

Anak yang memiliki kelainan jantung sangat perlu mendapatkan pengobatan dokter. Tidak hanya untuk mencegah komplikasi yang fatal seperti gagal jantung kongestif, pengobatan dokter juga membuat kesehatan Anda tetap terkontrol.

Perawatannya ini meliputi penggunaan obat-obatan hingga prosedur medis, seperti kateterisasi jantung hingga transplantasi jantung.

Peran orangtua dalam mendukung kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan terkait hal ini adalah membuat janji pertemuan dengan dokter, menemani si kecil menjalani pengobatan, dan mengawasi penggunaan obat-obatan yang diresepkan dokter.

Ingat, anak dengan penyakit ini harus mengikuti pengobatan penyakit jantung bawaan secara rutin. Itu artinya, Anda dan pasangan perlu meluangkan waktu untuk menemaninya mengikuti perawatan lanjutan dan cek kesehatan secara berkala.

Anda juga perlu memperdalam wawasan diri mengenai jenis penyakit jantung bawaan yang dimiliki anak. Dengan begitu, Anda tahu cara menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan lebih baik sekaligus lebih memahami kondisinya.

2. Pastikan asupan nutrisi tercukupi

Anak dengan penyakit jantung bawaan, sering kali mengalami berat badan di bawah angka normal. Penyebabnya adalah nafsu makan yang rendah dan ini bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh dan pertumbuhannya kelak.

Kurangnya asupan nutrisi juga bisa membuat si kecil jadi lebih mudah sakit dan kelelahan. Itulah sebabnya, orangtua sangat perlu menerapkan diet khusus penyakit jantung bawaan.

Anda harus tetap memberikan ASI bagi si kecil sampai usia 1-2 tahun atau sesuai yang dianjurkan dokter. ASI sangat penting untuk si kecil yang masih bayi karena menyediakan makanan, cairan, sekaligus komponen-komponen yang memperkuat imun tubuhnya.

ASI bisa diberikan sebanyak 8 hingga 12 kali sehari jika kondisi bayi cukup sehat. Pemberian ASI lewat puting diketahui memudahkan bayi belajar untuk mengisap dan menelan ASI, sekaligus lebih berat badannya ketimbang bayi yang diberi susu formula.

Pada kondisi tertentu, bayi memerlukan tabung nasogastrik untuk mendapatkan makanan tambahan. Prosedur pemberian makanan ini dilakukan oleh ahli medis di rumah sakit.

Dilansir dari laman National Health Service, anak dengan kondisi ini dilarang mengonsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak. Mereka juga tidak dianjurkan mengonsumsi makanan yang diproses, seperti sosis, nugget, atau daging asap.

Deretan makanan tersebut dapat meningkatkan tekanan darah dan memperberat kerja jantung sehingga berisiko memicu kerusakan organ jantung lebih parah.

Nah, pilihan makanan yang dapat menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan antara lain:

  • Sereal untuk makan pagi, contohnya roti, kentang kukus atau panggang, oatmeal, dan pasta.
  • Buah dan sayur, boleh dimakan langsung, ditambahkan dalam menu masakan, atau dibuat jus.
  • Produk susu rendah lemak, meliputi keju atau susu dan yogurt tanpa rasa.
  • Daging tanpa lemak dan ikan kaya omega 3, seperti tuna atau salmon.

3. Jaga kebersihan gigi

Menjaga kebersihan gigi merupakan salah satu kiat untuk menjaga kesehatan tubuh. Apalagi pada anak yang memiliki kelainan jantung.

Alasannya, karena pada usia ini berbagai masalah gigi dan mulut rentan terjadi, salah satunya gigi berlubang. Jika dibiarkan, infeksi bisa menyebar membuat bakteri penginfeksi mencapai jantung dan akhirnya menyebabkan endokarditis.

Endokarditis adalah satu jenis penyakit jantung ini sangat umum terjadi pada orang dengan penyakit jantung bawaan, yang dapat merusak katup jantung sehingga menimbulkan gagal jantung.

Guna menjaga kesehatan gigi anak dengan penyakit jantung bawaan, ajari ia untuk rajin menggosok gigi. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan lakukan sebanyak 2 kali sehari; di pagi hari dan malam hari sebelum tidur.

Jangan lupa, untuk membawanya ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali. Sesekali Anda boleh memberikan makanan manis pada si kecil. Namun, ingat tetap harus batasi asupannya makanan manis agar gigi tidak rusak.

4. Ajak anak bergerak aktif sesuai kemampuan

Aktivitas fisik, seperti olahraga dapat membantu anak memperkuat otot dan menjaganya tetap sehat. Termasuk untuk anak yang mengidap penyakit jantung bawaan. Hanya saja pilihan jenis olahraga harus sesuai dan intensitasnya tidak boleh berlebihan.  Kenapa?

Meskipun menyehatkan, olahraga melibatkan kinerja jantung karena jumlah oksigen yang dibutuhkan lebih banyak. Semakin banyak oksigen dibutuhkan tubuh, jantung harus memompa lebih kuat dan cepat.

Itulah sebabnya, anak yang memiliki masalah jantung harus berhati-hati ketika olahraga. Jika tidak, denyut jantung bisa tidak beraturan (aritmia), sesak napas, bahkan pingsan. Konsultasikan pilihan olahraga yang aman untuk jantung si kecil pada dokter, sekaligus ketentuan durasinya.

Jika olahraga tidak memungkinkan, pastikan si kecil tetap beraktivitas tapi tidak boleh berlebihan. Terutama, bagi anak yang sedang menjalani operasi atau sedang mengikuti program rehabilitasi jantung.

Guna menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan, ahli kesehatan menyarankan aktivitas fisik selama 60 menit. Anda bisa mengaturnya menjadi 4-5 aktivitas fisik berdurasi 10-15 menit per hari.

5. Pastikan anak cukup tidur

Selain memastikan si kecil mengikuti aktivitas dengan baik, Anda juga perlu menjaga kualitas tidurnya. Cukup tidur merupakan salah cara menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh pada anak dengan penyakit jantung bawaan. Saat tidur, tubuh diberi waktu untuk beristirahat agar bisa kembali bekerja dengan normal di esok harinya.

Hindari si kecil dari berbagai hal yang mengganggu tidurnya, seperti membaca buku atau menonton TV kesukaannya. Atur waktu untuk melakukan aktivitas tersebut tidak mendekati jam tidur.

Bila si kecil sulit tidur karena memiliki gangguan tidur, konsultasikan hal pada dokter. Dokter akan membantu Anda mengatasi gangguan tidur dengan tepat. Jangan biarkan hal ini, karena bisa membuat kondisi tubuhnya melemah dan mudah sakit.

6. Pastikan anak bahagia dan bebas stres

Selain kesehatan fisik, yang menjadi tantangan bagi orangtua dalam merawat anak dengan kelainan jantung adalah mengelola emosi. Situs kesehatan Mayo Clinic menyebutkan bahwa anak akan terus mengalami kesulitan ini hingga mereka mencapai usia sekolah.

Kesulitan emosi ini perlu menjadi perhatian orangtua. Pasalnya, ini akan membuat si kecil jadi mudah stres, cemas, dan tidak aman. Kesemua emosi tersebut tidak baik untuk kesehatan tubuh dan jantungnya.

Jadi, untuk menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan Anda perlu membantunya menghilangkan rasa cemas, kesepian, takut, dan stres. Sebaliknya, buat si kecil jadi merasa aman dan bahagia.

Cobalah untuk menenangkan si kecil ketika ia mulai merasa cemas dan takut. Caranya, tenangkan dengan kata-kata yang bisa membuat perasaannya jadi lebih baik dan beri pelukan. Adanya kontak fisik dan komunikasi ini membantu si kecil mengatasi emosinya.

Cara selanjutnya adalah ajak teman anak untuk bermain atau melakukan aktivitas bersama di rumah. Ini bisa mengurangi rasa kesepian. Kemudian, ikuti komunitas anak dengan kondisi yang sama. Dengan hal ini, anak bisa menjalin pertemanan dengan anak lain yang kondisinya sama.

Anda juga bisa sekaligus bertukar informasi dan keluh kesah seputar merawat anak dengan para orangtua yang tergabung di komunitas tersebut. Ini akan membuat wawasan Anda jadi lebih luas dalam menghadapi si kecil.

7. Berikan vaksinasi flu

Vaksin menjadi salah satu cara mencegah anak terserang penyakit tertentu. Ini membuat tubuh jadi lebih kebal atau sekalipun terkena, gejalanya tidak bertambah parah dan tubuh cepat pulih.

Vaksin juga menjadi cara penting untuk menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan. Salah satunya adalah vaksin influenza yang memang penyakitnya sangat mudah menular.

Mengingat anak punya masalah jantung, flu yang dialami anak bisa jadi lebih parah. Oleh karena itu, pemberian vaksin ini sangat dianjurkan.

Sebagian besar anak dibolehkan suntik vaksin influenza di usia 6 bulan hingga 2 tahun. Sementara, pemberian vaksin dalam bentuk semprot hidung, bisa diberikan pada anak usia 2 hingga 17 tahun. Pemberian vaksin ini umumnya dilakukan setiap satu tahun sekali.

8. Bantu anak memahami kondisi jantungnya

Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan bukan hanya tugas Anda dan pasangan. Ini juga menjadi tugas khusus untuk si kecil yang mulai bertambah besar. Tujuannya, untuk membantu anak ia beradaptasi antara kondisi tubuh dengan lingkungan di sekitarnya.

Ini dimulai dengan membantu si kecil memahami kondisi jantungnya. Anda bisa menjelaskan seperti apa penyakitnya, apa saja hal yang harus dilakukan agar ia tetap sehat, apa saja hal yang harus dihindari, dan apa bahayanya jika ia melanggar hal tersebut.

Usianya yang bertambah besar, memudahkan Anda untuk memberikan informasi mengenai penyakitnya. Anda bisa lakukan hal ini lewat obrolan sehari-hari, membaca buku, atau mengajaknya mendatangi komunitas. Jika Anda kesulitan, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter atau psikolog.

9. Sesuaikan perawatan ketika anak beranjak dewasa

Saat masih kecil, dokter spesialis atau rumah sakit menangani kondisinya ditujukkan untuk anak-anak. Namun setelah anak beranjak dewasa, perawatan anak harus disesuaikan dengan usianya.

Anda bisa memindahkan layanan kesehatan anak ke layanan kesehatan dewasa. Transisi ini bisa dilakukan saat anak berusia 12 tahun hingga ia benar-benar sudah beranjak dewasa. Menyesuaikan perawatan ini membantu mempermudah anak untuk mendapatkan pengobatan kelainan jantung yang sesuai.

Itulah tadi informasi mengenai Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan oleh - klinik24jam.live dan sekianlah artikel dari kami klinik24jam.live, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Friday, June 26, 2020
no image

Mudah Kok! Ini Cara Membuat dan Mencuci Masker Kain Sendiri oleh - klinik24jam.live

Halo sahabat selamat datang di website klinik24jam.live, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mudah Kok! Ini Cara Membuat dan Mencuci Masker Kain Sendiri oleh - klinik24jam.live, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Salah satu cara mencegah penularan COVID-19 adalah dengan menggunakan masker. Masyarakat kini mulai menghargai masker medis yang diperuntukkan bagi tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan COVID-19. Maka itu, masyarakat akhirnya berinisiatif menggunakan masker kain. Karena bisa dipakai secara berulang kali, tentu perlu diterapkan cara mencuci masker kain secara tepat.

Cara membuat masker kain

Masker kain kini mudah diperoleh, karena banyak orang yang berinisiatif membuatnya. Namun jika ingin lebih hemat, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Berikut cara yang bisa diterapkan saat membuat masker kain sendiri, berdasarkan tips dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Cara membuat masker kain dari kaos

Bahan: 

  • kaos
  • gunting

Langkah membuat:

  • potong bagian bawah baju dengan lebar sekitar 17-20 cm
sumber: Centers for Disease Control and Prevention
  • untuk membuat tali, potong bagian atas sepanjang 15-17 cm, sama seperti pada gambar. Kemudian potong pada bagian tengah untuk memisahkan tali
sumber: Centers for Disease Control and Prevention
  • Coba kenakan masker menutupi hidung dan mulut, dengan mengikat tali pada bagian atas kepala dan di belakang leher
sumber: Centers for Disease Control and Prevention

Cara membuat masker kain tanpa jahitan

Bahan:

  • bandana atau scarf katun kurang lebih 50×50 cm
  • ikat rambut atau karet gelang
  • gunting (bila perlu dipotong)

Langkah membuat:

sumber: Centers for Disease Control and Prevention
  • Lipat dua kain (bandana atau scarf), jika terlalu besar silakan digunting menurut ukuran di atas
  • Bagi tiga bagian kain. Lipat bagian atas dan bawah kain ke bagian tengah
  • Masukkan karet ke dalam scarf
  • Lipat masing-masing sisi ke tengah masker 
  • Lalu selipkan ujung sisi ke lubang sisi lainnya atau bisa juga dijahit agar masker bisa tetap pada tempatnya
  • Coba dan kenakan masker

Nah, kini Anda punya masker kain di rumah, coba yuk ketahui cara mencuci dan membersihkannya.

Cara mencuci dan membersihkan masker kain 

Banyak yang mempertanyakan apakah masker kain ini dapat efektif memberikan perlindungan? Adapun pada sebuah penelitian disebutkan, masker bedah lebih efektif dibandingkan masker yang terbuat dari kain.

Tetapi studi alam jurnal Disaster Medicine And Public Health Preparedness mengatakan, masker buatan sendiri dapat menjadi upaya terakhir untuk mencegah penularan infeksi saluran pernapasan (dalam pembahasan ini yang transmisi lewat droplet). Studi tersebut mengatakan, setidaknya masker buatan sendiri bisa menjadi perlindungan pribadi, daripada tidak ada perlindungan sama sekali.

Dalam situasi pandemik COVID-19 ini, penggunaan masker kain direkomendasikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat. Banyak orang yang mulai berkreasi sendiri untuk membuat masker sendiri dari kain. Inisiatif ini dilakukan agar masker bedah lebih diutamakan kepada para tenaga medis yang langsung menangani pasien COVID-19.

Masker kain cenderung lebih efisien saat digunakan karena bisa dipakai kembali sewaktu-waktu. Menurut Web MD, penggunaan masker kain dapat memperlambat penularan virus. Bagi Anda yang masih memiliki kegiatan di luar rumah, tentu akan sering menggunakan masker kain tersebut.

cara mencuci masker kain

Masker bekerja untuk mencegah tetesan cairan dari orang yang batuk, bersin, atau bicara. Karena penularan bisa saja dari cairan paparan cairan tersebut. Maka itu, virus yang mungkin saja menempel pada masker perlu segera dihilangkan dengan cara dicuci.

Oleh karenanya, ketahui cara mencuci masker kain dengan tepat.

1. Lepas masker

Lepas masker tanpa menyentuh bagian depannya. Ada banyak bakteri dan virus yang mungkin hinggap pada bagian masker. Letakkan masker pada baskom atau mesin cuci.

Setelahnya, Anda perlu mencuci tangan secara benar selama 20 detik dengan sabun. Lakukan ini untuk meminimalkan bakteri atau virus yang menempel pada tangan. Selanjutnya terapkan cara tepat mencuci masker kain pada tahap selanjutnya.

2. Gunakan air panas

Jangan lupa untuk menggunakan air panas sebagai cara mencuci masker kain. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setidaknya suhu 56ºC  dapat membunuh virus. Lebih detailnya, pada suhu tersebut sekitar 10.000 unit virus bisa terbunuh selama 15 menit.

Selain menggunakan air panas, Anda boleh sabun atau detergen saat mencuci di mesin cuci. Pada suhu panas, sabun dan detergen tidak meninggalkan sisa-sisa busa yang menempel pada masker. 

3. Keringkan masker

Setelah mencuci masker kain, Anda perlu mengeringkannya dengan temperatur panas sebagai cara lain untuk membunuh kuman. Jika menggunakan mesin pengering, jangan lupa untuk gunakan temperatur panas. 

Pilihan lainnya adalah dengan menggantung dan menjemurnya di bawah terik matahari. Sinar UV matahari dapat membantu membunuh kuman yang masih menempel pada kain masker.  

4. Simpan dan gunakan masker jika diperlukan

Setelah kering, jangan lupa untuk menyimpannya di dalam lemari. Bila sewaktu-waktu hendak mengenakan masker, jangan lupa untuk membersihkan tangan untuk mengurangi menempelnya bakteri atau virus pada masker. Tidak lain dengan mencuci tangan selama 20 detik dengan menggunakan air mengalir dan sabun.

Itulah tadi informasi mengenai Mudah Kok! Ini Cara Membuat dan Mencuci Masker Kain Sendiri oleh - klinik24jam.live dan sekianlah artikel dari kami klinik24jam.live, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Main Post

Quick Message
Press Esc to close